24 Januari 2010

wali perkasa

Masjid Jami’ Wali Perkasa
Tiangnya bertuliskan huruf Ibrani

DESA Pekiringan, Karangmoncol, Purbalingga memiliki nuansa religi dengan masjid tua peninggalan Wali Perkasa. Masjid yang diperkirakan usianya hampir sama dengan Masjid Agung Demak itu dibangun pada tahun 1420, sebagai ajang syi"ar agama Islam di tlatah Purbalingga bagian timur laut.

Lokasi masjid berada sekitar 400 meter dari Kantor Kecamatan Karangmoncol, atau sekitar 10 kilometer dari Kota Purbalingga.

Masjid Jami" Wali Perkasa berdiri megah dengan arsitektur interior yang asli. Keempat tiang penyangganya mirip tiang penyangga Masjid Agung Demak. Imam Besar masjid tersebut, H Sahlan Musodik SPd (50) mengatakan, masjid dengan kapasitas 600 jamaah ini setiap harinya selalu ramai dikunjungi orang dari luar daerah, seperti Jakarta, Jawa Barat, dan lainnya.

Rata-rata mereka berniat untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan menenangkan diri di Masjid Wali Perkasa ini. Dilihat dari segi budaya, mereka sangat tertarik dan penasaran dengan salah satu tiang masjid yang bertuliskan huruf Ibrani ratusan tahun silam.

"Banyak yang mencoba mengabadikan (memotret, red) tulisan Ibrani tersebut, namun tidak pernah jadi," ujar Sahlan.

Di belakang masjid nampak teratur bangunan Madrasah Diniyah dengan 261 siswa yang rutin menggunakan masjid sebagai sarana amaliah Ramadan. Mulai dari membaca Alquran hingga berbuka dan sahur bersama. Selain itu, hingga saat ini jamaah masih membludak memadati masjid tersebut.

Bersama Wali Songo
Menurut penulis buku Babad Purbalingga, Triatmo (61), sebenarnya pendiri masjid yaitu Wali Perkasa, dalam sejarahnya masih terkait dengan Onje yang samasama mempunyai masjid tua Onje. Leluhurnya adalah salah satu tokoh penyebar agam Islam di Onje, yaitu Raden Liman Sujana alias Syekh Jambukarang yang hingga saat ini petilasannya di Rembang ramai dijadikan tempat ziarah. Diriwayatkan, sewaktu Masjid Agung Demak berdiri, bangunannya masih miring dan belum menghadap kiblat. Oleh Wali Perkasa atau bernama asli Mahdum beserta para Wali Songo, arah masjid dihadapkan ke kiblat, walaupun bangunan sudah jadi. "Sampai saat ini salah satu tiang di Masjid Wali Perkasa sama bentuknya dengan tiang di Masjid Agung Demak. Karena ikut menegakkan tiang masjid yang miring di Demak, Wali Songo menganugerahkan sebutan nama Wali Perkasa," terang Atmo.

Setelah ikut mendirikan Masjid Agung Demak, Wali Perkasa membangun masjid di Pekiringan, Karangmoncol yang telah mengalami renovasi terakhir tahun 2002 lalu. Sampai saat ini warga sekitar masih meyakini bahwa masjid tersebut berusia hampir sama dengan masjid agung Demak. Menurut rencana dalam waktu dekat masjid tersebut akan direnovasi lagi. Joko Santoso-Tj
wawasandigital.com

Tidak ada komentar: